Kandungan Vitamin Penting

  1. PYRIDOXINE / B6 (3 mg/kg)
    Terlibat dalam metabolisme protein. Menjaga kesehatan jantung. Mengurangi edema. Menstabilkan hormon wanita. DR. Carl Pfeiffer pernah menunjukkan bahwa B6 dengan zinc dapat menyembuhkan beberapa bentuk schizophrenia. Penting untuk sistem imun dan produksi antibodi serta kesehatan sistem saraf dan fungsi otak normal.
  2. BIOTIN (0,4 mg/kg)
    Membantu pertumbuhan sel. Perlu untuk metabolisme karbohidrat, protein dan lemak termasuk produksi asam lemak. Perlu dalam penggunaan vitamin B kompleks. Perlu untuk kesehatan rambut dan kulit. Menjaga kesehatan kelenjar keringat, jaringan syaraf dan sumsum tulang. Kekurangan menyebabkan kebotakan dan dermatitis seborrheic.
  3. CYANOCOBALAMIN / B12 (2 mg/kg)
    Vitamin yang paling sulit didapat dari sumber nabati, tapi Spirulina justru sangat kaya dengan vitamin B12 ini. Spirulina mengandung 250% lebih banyak vitamin B12 dibandingkan dengan hati sapi. Kekurangan menyebabkan anemia pernisiosa, degenerasi syaraf, premature senility, mudah lelah dan penyakit mental pemacu schizophrenia.
  4. PANTOTHENIC ACID (11 mg/kg)
    Dikenal sebagai vitamin anti stress. Dipakai oleh kelenjar adrenal untuk menghadapi stress mental dan fisik. Kekurangan dapat meningkatkan sensitivitas terhadap alergi, infeksi dan penyakit degeneratif seperti arthritis dan rheumatism, juga tukak lambung dan hypoglicemia.
  5. FOLIC ACID (0,5 mg/kg)
    Penting untuk pembentukan haemoglobin pada eritrosit. Kekurangan menyebabkan anemia, pertumbuhan terganggu, kelainan pigmentasi kulit dan rambut beruban dini. Membantu mengatasi ansietas dan depresi. Efektif dalam mengobati dysplasia cervix. Penting untuk perkembangan syaraf janin dan pertumbuhan normalnya.
  6. INOSITOL (350 mg/kg)
    Penting untuk pembakaran lemak yang mempertahankan kesehatan hati dan detoxifikasi zat carcinogens khususnya hormon wanita yang berlebih. Menormalisir kadar kolesterol. Dengan choline dipakai oleh hati untuk menghasilkan lecithin. Merupakan vitamin kedua terbanyak dalam tubuh setelah niacin. Bersama biotin dapat mencegah terjadinya kebotakan.
  7. CHOLINE (**)
    Penting dalam transmisi syaraf, pengaturan kandung empedu dan fungsi hati. Penting dalam pembentukan lecithin yang dapat menormalisir kolesterol dan lemak hati yang berlebihan. Kekurangan menyebabkan fungsi otak dan daya ingat terganggu, juga penumpukan lemak di hati. Bermanfaat untuk penderita parkinson dan tardive dyskinesia.
  8. NIACIN (118 mg/kg)
    Dikenal juga dengan nama nicotinic acid dan niacinamide. Penting untuk kesehatan mental. DR. Abbram Hoffer, pionir dibidang orthomolecular psychiatry yang terkemuka, telah berhasil mengobati gejala schizophrenia dengan menggunakan niacin. Zat yang efektif untuk menurunkan kolesterol.
  9. RIBOFLAVIN / B2 (40 mg/kg)
    Merupakan defisiensi vitamin yang paling sering dijumpai dan menyebabkan katarak, berkurangnya jarak pandang, mata berair dan eczema yang tidak terkontrol. Penting dalam pembentukan eritrosit, produksi antibodi, pernafasan sel, pertumbuhan janin dan mencegah ketombe.
  10. THIAMINE / B1 (55 mg/kg)
    Suatu koenzim dalam metabolisme karbohidrat. Menjaga kestabilan kadar gula darah. Kekurangan menyebabkan kelemahan, kerusakan jantung, perut kembung, dan oksigenasi yang buruk. Defisiensi berat menyebabkan kematian akibat toxemia yang berasal dari fragmen karbohidrat yang tidak termetabolisir.
  11. TOCOPHEROL / VITAMIN E (190 mg/kg)
    Dalam jumlah gram yang sama Spirulina mengandung lebih banyak vitamin E dari pada biji gandum murni. Vitamin ini melindungi dan menjaga kesehatan pembuluh darah, meningkatkan oksigenasi sel-sel. Memperlambat proses penuaan. Berfungsi sebagai antioksidan.
  12. BETA-CAROTENE / PRO VITAMIN A (1700 mg/kg)
    Spirulina merupakan sumber makanan nabati terkaya mengandung beta carotene. Fungsi utama sebagai antioksidan. Mencegah buta senja, kelainan kulit seperti acne/jerawat. Meningkatkan sistem imun, mencegah pembentukan sel kanker. Membantu menyembuhkan tukak lambung dan usus. Mencegah influensa dan infeksi saluran nafas. Memperlambat proses penuaan.
  13. VITAMIN D (**)
    Penting dalam absorbsi calcium dan phosphor yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang normal, terutama tulang dan gigi pada anak-anak. Penting untuk pencegahan dan pengobatan osteoporosis, rickets dan hypocalcemia. Meningkatkan daya tahan tubuh.
  14. VITAMIN K (**)
    Penting dalam proses pembekuan darah. Memegang peranan dalam proses pembentukan tulang dan mencegah osteoporosis. Mengubah glukosa menjadi glikogen yang disimpan di hati.
  15. VITAMIN C (**)
    Berfungsi sebagai antioksidan. Penting untuk perbaikan jaringan, kesehatan gusi dan kelenjar adrenal. Mencegah kanker, mencegah infeksi dan meningkatkan sistem imun. Dapat menurunkan kadar kolesterol dan mencegah atherosclerosis. Penting dalam pembentukan kolagen dan penyembuhan luka.

(**) Hanya terdapat pada Liqua Health

Share